PENGARUH INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN


Inflasi dapat mengakibatkan perekonomian tidak berkembang. Sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi berdampak sebagai berikut :
1. Mendorong penanaman modal spekulatif
Inflasi mengakibatkan para pemilik modal cenderung melakukan spekulatif. Hal ini dilakukan dengan carai membeli rumah, tanah dan emas. Cara ini dirasa oleh mereka lebih menguntungkan daripada melakukan investasi yang produktif.
2. Menyebabkan tingkat bunga meningkat dan akan mengurangi investasi.
Untuk menghindari kemerosotan nilai uang atau modal yang mereka pinjamkan, lembaga keuangan akan menaikkan tingkat suku bunga pinjaman. Apabila tingkat inflasi tingg, maka tingkat suku bunga juga akan tinggi. Tingginya suku bunga akan mengurangi kegairahan penanaman modal untuk mengembangkan usaha-usaha produktif.
3. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan.
Apabila gagal mengendalikan inflasi, akan berdampak terhadap ketidakpastian ekonomi. Selanjutnya arah perkembangan ekonomi sulit untuk diramal. Keadaan semacam ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.
4. Menimbulkan masalah neraca pembayaran.
Inflasi akan menyebabkan harga barabg-barang impor lebih murah daripada harga barang yang dihasilkan di dalam negeri. Hal ini akan mengakibatkan impor berkembang lebih cepat daripada ekspor. Selain itu, arus modal ke luar ngeri akan lebih banyak disbanding yang masuk kedalam negeri. Keadaan ini akan menagibatkan terjadinya deficit neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang dalam negeri.

Pembangunan Sektor Industri

Pembaharuan dalam pembangunan nasional antara lain dicerminkan dalam Repelita VI melalui penetapan bahwa industrialisasi merupakan alur pokok pembangunan nasional yang pada PJP-II dilaksanakan senantiasa bertumpu pada Trilogi Pembangunan, dengan titik berat pada bidang ekonomi seiring dengan kualitas sumber daya manusia; di mana sektor industri merupakan penggerak utamanya yang didukung oleh sektor perdagangan secara sinkron. Dalam Repelita VI pembangunan industri dan perdagangan dilaksanakan berdasarkan visi bahwa pada akhir PJP-II Indonesia telah menjadi negara industri baru dan bangsa niaga yang andal dan tangguh. Sektor industri telah menyumbang porsi utama dalam pendapatan devisa negara pada porsi yang lebih besar, meningkatkan pendapatan nasional, menyerap tenaga kerja cukup banyak, sementara kondisi sosial dan budaya masyarakat telah menjadi masyarakat industri. Sedangkan sektor perdagangan telah mampu menunjang peningkatan produksi dan memperlancar distribusi sehingga memperkuat daya saing secara berkesinambungan dalam suasana pasar yang semakin terbuka. Diharapkan industri dan perdagangan telah mampu mendukung kegiatan perekonomian nasional secara lebih efisien. Ad conglimboo


Peranan Sektor Industri dan Perdagangan dalam PDB

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada tahun 1997 sebesar 4,65 % yang berarti menurun cukup tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 7,98 % pada tahun 1996; 8,22 % tahun 1995; 7,54 % tahun 1994. Sektor industri dan industri non migas mengalami kenaikan nilai tambah masing-masing sebesar 6,23 % dan 7,38 % pada tahun 1997. Pertumbuhan industri dan industri non-migas tersebut lebih rendah dari pada pertumbuhan tahun 1996 masing-masing sebesar 11,59 % dan 11,66 %. Sedangkan untuk sektor perdagangan mengalami kenaikan nilai tambah sebesar 5,46 % pada tahun 1997, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 8,0 %. Khusus perdagangan besar dan eceran pada saat yang sama tumbuh dengan laju 5,87 % yang berarti lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 7,98 %. Dengan pertumbuhan tersebut telah merubah struktur kegiatan ekonomi nasional. Pada awal Repelita VI kontribusi sector pertanian sebesar 17,29 % dan pada tahun keempat Repelita VI kontribusinya menurun menjadi 16,07 %. Pada periode yang sama sector industri dan industri pengolahan nonmigas peranannya meningkat dari masing-masing sebesar 23,35 % dan 20,62 % menjadi sebesar 25,6 % dan 22,97 %. Sementara sektor perdagangan peranannya relatif stabil yaitu 16,71 % dan 16,73 % pada periode yang sama.


By conglimboo